Cara hidup
Saturday, August 10, 2013
Edit
Kekristenan bukan sekedar bicara tentang konsep kehidupan,Kekristenan bukan sekedar kalung salib yang kita pakai, bukan sekedar mengatakan Haleluya saat berjabat tangan, tetapi lebih CARA HIDUP. Sebab iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.Kita dikenal bukan karena apa yang kita percayai tetapi kita dikenal dari bagaimana kita hidup.
Cara hidup seperti apa yang harus kita miliki??
1. Cara hidup yang siap untuk masuk dalam peperangan rohani terhadap iblis.
2. Cara hidup yang kuat menghadapi pergumulan.
II Timotius 2:1-5 "1.Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2.Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 3. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga."
Berarti cara hidup yang dikehendaki dalam hidup setiap kita, yaitu cara hidup yang kuat dalam menghadapi setiap pergumulan.
Jadi Rasul Paulus menjelaskan kepada Timotios bahwa hidup ini terbagi dalam 3 hal sederhana.
1. Kamu harus menjadi seorang Prajurit.
2. kamu harus menjadi seorang olahragawan.
3. kamu harus menjadi seorang petani.
ini di ambil dari tiga sudut kehidupan yang berbeda, tapi masing-masing memiliki pergumulan.
menjadi Pasti ada pergumulan, menjadi olahragawan ada pergumulan, jadi petani pun ada pergumulan, namun kuncinya hanya satu yaitu harus kuat.
Seorang prajurit yang sedang berjuang, tidak peduli dengan apapun, ia hanya mendengarkan perintah komandannya saja. Apapun yang musuh katakan ia tak peduli, ia hanya melakukan apa yang komandannya perintahkan.
Dalam Hidup Kristen Iblis mau pakai siapapun untuk jatuhkan iman dan sukacita kita, tak usah peduli, lakukan apa yang tuhan kehendaki dan kemenangan pasti ada didalam tangan kita.
Seorang Olahragawan, pasti berkeringat saat bertanding, tapi saat berkeringat ia tak akan berhenti karena ia tau kemenangan ada di depan mata.
Hidup kristen juga seperti itu, dalam menghadapi pergumulan kadang kala kita harus menangis dan merasa lelah, namun kita tahu jerih payah kita dalam Tuhan tidak pernah sia-sia.
Seorang petani, hari ini ia menanam benih, esoknya ia kembali ke ladang namun tidak langsung menuai dan pulang hanya dengan membawa cangkul, seminggu kemudian ia akan ke ladang lagi dengan cangkulnya dan pulang dengan hanya membawa cangkul saja, namun ia tetap setia dengan sabar menunggu tanamannya tumbuh hingga pada waktunya akan siap di panen.
Dalam Hidup kristen, kalau kita belum menang/berhasil bukan berarti kita gagal, Allah punya waktu yang lebih baik bagi kita. Alkitab berkata "Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya". Orang yang berjerihpaya dalam Tuhan, jerihpayahnya tidak akan pernah sia-sia
3. Cara hidup yang bergaul Akrap dengan Tuhan.
Kejadian 6 :9-12 "9.Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
10.Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
11.Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."
Dunia pada zaman Nuh sangat rusak, tapi Nuh menjaga hidupnya dan bergaul dengan Allah, hidup yang bergaul dengan Allah biar di tempatkan dimanapun ia pasti menang.
Dunia pada zaman kitapun semakin rusak, orang yang ada di atas hari ini belum tentu adalah orang yang lebih pintar melainkan orang yang lebih licik. orang yang pintar dan jujur sangat susah untuk maju. hidup benar makin di injak orang, hidup jujur makin disingkirkan orang.
Tapi kita harus selalu ingat bahwa, keberhasilan karena kelicikan nilainya tidak seberapa, tetapi orang yang bertahan pada kebenaran akhirnya akan melihat bahwa Allah yang membelanya akan memberikan kemenangan yang luarbiasa.
4. Cara Hidup yang melayani Kristus.
I korintus 9:16 "16. Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
17. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
18. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
19. Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang."
Tidak semua kita harus menjadi Pendeta, tapi setiap kita harus menjadi alat yang dasyat bagi Tuhan.
Banyak orang mengatakan bahwa "Aku bukan hamba Tuhan, saya cuma jemaat biasa, jadi kalau melakukan kesalahan gak papa" ini adalah salah satu kelicikan dan tipu muslihat iblis.
Alkitab berkata bahwa pada hari terakhir semua orang akan berdiri dihadapan Tuhan dan akan disebut sebagai hamba.
Cuma ada dua sebutan bagi Hamba yaitu : Hamba yang baik dan Hamba yang jahat. kita semua adalah Hamba Tuhan dan harus melayani Tuhan dan jangan mau di tipu oleh iblis.
Ladang kita berbeda beda, ada yang ladangnya di Gereja, di Kantor, di Tempat berdagang.
Dalam melayani Tuhan ada beberapa hal yang harus di jaga.
1. Mulut.
2. Pikiran.
3. Hati.
Cara hidup seperti apa yang harus kita miliki??
1. Cara hidup yang siap untuk masuk dalam peperangan rohani terhadap iblis.
2. Cara hidup yang kuat menghadapi pergumulan.
II Timotius 2:1-5 "1.Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. 2.Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. 3. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus. 4. Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya. 5. Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga."
Berarti cara hidup yang dikehendaki dalam hidup setiap kita, yaitu cara hidup yang kuat dalam menghadapi setiap pergumulan.
Jadi Rasul Paulus menjelaskan kepada Timotios bahwa hidup ini terbagi dalam 3 hal sederhana.
1. Kamu harus menjadi seorang Prajurit.
2. kamu harus menjadi seorang olahragawan.
3. kamu harus menjadi seorang petani.
ini di ambil dari tiga sudut kehidupan yang berbeda, tapi masing-masing memiliki pergumulan.
menjadi Pasti ada pergumulan, menjadi olahragawan ada pergumulan, jadi petani pun ada pergumulan, namun kuncinya hanya satu yaitu harus kuat.
Seorang prajurit yang sedang berjuang, tidak peduli dengan apapun, ia hanya mendengarkan perintah komandannya saja. Apapun yang musuh katakan ia tak peduli, ia hanya melakukan apa yang komandannya perintahkan.
Dalam Hidup Kristen Iblis mau pakai siapapun untuk jatuhkan iman dan sukacita kita, tak usah peduli, lakukan apa yang tuhan kehendaki dan kemenangan pasti ada didalam tangan kita.
Seorang Olahragawan, pasti berkeringat saat bertanding, tapi saat berkeringat ia tak akan berhenti karena ia tau kemenangan ada di depan mata.
Hidup kristen juga seperti itu, dalam menghadapi pergumulan kadang kala kita harus menangis dan merasa lelah, namun kita tahu jerih payah kita dalam Tuhan tidak pernah sia-sia.
Seorang petani, hari ini ia menanam benih, esoknya ia kembali ke ladang namun tidak langsung menuai dan pulang hanya dengan membawa cangkul, seminggu kemudian ia akan ke ladang lagi dengan cangkulnya dan pulang dengan hanya membawa cangkul saja, namun ia tetap setia dengan sabar menunggu tanamannya tumbuh hingga pada waktunya akan siap di panen.
Dalam Hidup kristen, kalau kita belum menang/berhasil bukan berarti kita gagal, Allah punya waktu yang lebih baik bagi kita. Alkitab berkata "Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya". Orang yang berjerihpaya dalam Tuhan, jerihpayahnya tidak akan pernah sia-sia
3. Cara hidup yang bergaul Akrap dengan Tuhan.
Kejadian 6 :9-12 "9.Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.
10.Nuh memperanakkan tiga orang laki-laki: Sem, Ham dan Yafet.
11.Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan.
12Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi."
Dunia pada zaman Nuh sangat rusak, tapi Nuh menjaga hidupnya dan bergaul dengan Allah, hidup yang bergaul dengan Allah biar di tempatkan dimanapun ia pasti menang.
Dunia pada zaman kitapun semakin rusak, orang yang ada di atas hari ini belum tentu adalah orang yang lebih pintar melainkan orang yang lebih licik. orang yang pintar dan jujur sangat susah untuk maju. hidup benar makin di injak orang, hidup jujur makin disingkirkan orang.
Tapi kita harus selalu ingat bahwa, keberhasilan karena kelicikan nilainya tidak seberapa, tetapi orang yang bertahan pada kebenaran akhirnya akan melihat bahwa Allah yang membelanya akan memberikan kemenangan yang luarbiasa.
4. Cara Hidup yang melayani Kristus.
I korintus 9:16 "16. Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.
17. Kalau andaikata aku melakukannya menurut kehendakku sendiri, memang aku berhak menerima upah. Tetapi karena aku melakukannya bukan menurut kehendakku sendiri, pemberitaan itu adalah tugas penyelenggaraan yang ditanggungkan kepadaku.
18. Kalau demikian apakah upahku? Upahku ialah ini: bahwa aku boleh memberitakan Injil tanpa upah, dan bahwa aku tidak mempergunakan hakku sebagai pemberita Injil.
19. Sungguhpun aku bebas terhadap semua orang, aku menjadikan diriku hamba dari semua orang, supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang."
Tidak semua kita harus menjadi Pendeta, tapi setiap kita harus menjadi alat yang dasyat bagi Tuhan.
Banyak orang mengatakan bahwa "Aku bukan hamba Tuhan, saya cuma jemaat biasa, jadi kalau melakukan kesalahan gak papa" ini adalah salah satu kelicikan dan tipu muslihat iblis.
Alkitab berkata bahwa pada hari terakhir semua orang akan berdiri dihadapan Tuhan dan akan disebut sebagai hamba.
Cuma ada dua sebutan bagi Hamba yaitu : Hamba yang baik dan Hamba yang jahat. kita semua adalah Hamba Tuhan dan harus melayani Tuhan dan jangan mau di tipu oleh iblis.
Ladang kita berbeda beda, ada yang ladangnya di Gereja, di Kantor, di Tempat berdagang.
Dalam melayani Tuhan ada beberapa hal yang harus di jaga.
1. Mulut.
2. Pikiran.
3. Hati.
PGL
